Tenis Meja: Ukuran Meja, Bahan Meja, & Sejarahnya

5 Tips Fundamental Bermain Tenis Meja, Auto Jago Instan! 

Tahu tentang tenis meja? Atau lebih sering mendengar istilah ping pong? Sebenarnya sama saja, permainan olahraga yang mengasikkan ini banyak digemari karena ringan dan menyenangkan. Lalu apakah anda sudah tau tentang ukuran juga bahan dari meja ping pong? Bagaimana dengan awal mulanya? Mari kita ulas lebih dalam.

Ukuran Meja dari Tenis Meja

Jika berbicara ukuran resmi tempat bertanding untuk olahraga tenis meja ini ternyata telah ditentukan oleh ITTF (International Table Tennis Federation), ukuran ini berlaku untuk permainan tingkat internasional maupun nasional. Untuk mejanya memiliki ukuran tenis meja seperti berikut: untuk lebar meja mencapai 152,5 cm, kemudian panjang meja sepanjang 274 cm, lalu untuk tinggi meja setinggi 76 cm, dan terakhir untuk luas meja seluas 4,1785 m2.

Bahan Meja dari Tenis Meja

Setelah bicara ukuran, kita juga harus tau tentang bahan yang digunakan untuk membuat meja dari permainan tenis meja. Umumnya meja tenis menggunakan bahan berupa kayu atau multiplek atau bahan lainnya yang sejenis dengan dua bahan tersebut, bahan yang cocok dan pengerjaan yang rapih dapat menghasilkan meja yang sempurna untuk permainan. Lalu bagaimana cara mengetahui baik tidaknya meja tersebut?

Meja yang memenuhi standar permainan tenis meja dapat di cek dengan cara memantulkan bola ping pong pada ketinggian 30 cm, jika bagus akan menghasilkan pantulan yang sejenis dengan ukuran kira-kira 23 cm dari permukaan meja tersebut. Permukaan meja wajib memiliki warna yang sejenis yakni gelap juga matt, sedangkan untuk garis-garis samping di tepi meja wajib memakai warna putih yang mempunyai ketebalan mencapai 2 cm. Sedangkan untuk garis tengah yang membagi meja menjadi 2 bagian harus mempunyai ketebalan 3 mm.

Sejarah Tenis Meja Dunia dan Indonesia

Tenis meja dipopulerkan pertama kali oleh bangsa Inggris sejak abad ke-19 atau tahun 1880-an, permainan tenis meja diadakan sebagai alternatif permainan dalam ruangan saat musim dingin. Permainan tenis meja berasal dari permainan tenis kuno di abad pertengahan dengan nama seperti Gossima atau ping pong dan whiff-whaff.

Bahan untuk bola yang dipakai karet ringan dan ditutupi dengan kulit yang dirajut. Tenis meja berkembang oleh angkatan bersenjata Inggris di India. Permainan tenis meja makin disukai di Inggris dan Eropa kemudian di Amerika serikat di abad ke-19.

Perkataan “Tenis Meja” muncul antara tahun 1921 sampai 1922 saat organisasi tempat para pemain pingpong aktif lagi. Organisasi ini dibentuk tahun 1902 dan dibubarkan tahun 1905. Wage pemain pingpong dari berbagai negara seperti Jerman, Hongaria, serta Inggris berkumpul membentuk organisasi tenis meja tingkat internasional.

Organisasi yang didirikan tahun 1926 diberi nama Federation International Table Tennis Federation, diprakarsai oleh Dr. George Lehmann. Anggotanya dari Inggris Swedia Hongaria India Denmark Jerman Cekoslovakia Austria serta Wales. Sampai pertengahan tahun 1990 an, lebih dari 165 negara sudah bergabung menjadi anggotanya.

Di Indonesia, induk organisasi tenis meja Indonesia adalah PTMSI atau Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia didirikan tahun 1958. Kejuaraan dunia tenis meja pertama kali diadakan tahun 1926 di London, Inggris. Hongaria adalah pemenang kompetisi pingpong 9 kali berturut-turut. Pertengahan tahun 1950, para atlet pingpong dari negara Asia mulai bergabung. Jepang dan Cina dominasi gelar juara di kompetisi tenis meja tersebut dengan berjalannya waktu, tahun 1988 tenis meja masuk sebagai cabang olahraga di olimpiade, dengan kompetisi tunggal dan ganda putra serta putri.

Sekian ulasan dari tenis meja, semoga bermanfaat!!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© All Right Reserved